Who Am I

"Knowledge is Power" Always be hungry and always be stupid.

Enjoy a Great Holiday with My beloved Family

Elephant Conservation Center. Way Kambas National Park. Lampung, Indonesia.

Workshop Hypnotherapy Ikhtiar Indonesia

Kita penakluk Dunia, Diatas Awan kita kan Menang.

My Hobby In Action

Willys Taekwondo Club, Keluarga yang mengajarkan Strategi dan Ketenangan Hati.

Tampilkan postingan dengan label Social Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social Education. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 September 2014

Pedidikan Multi Culture : Pengertian multikuturalisme, ciri masyarakat multikutural dan pendidikan sebagai jembatan multikultural.

Pendidikan Multi Culture
Pada dasarnya Multikulturalisme ini adalah faham yang berkaitan dengan keberagaman Budaya. Indonesia sendiri adalah satu negara yang kaya akan keberagaman etnis, suku, dan budaya oleh karenanya konsep multikulturalisme harus difahami oleh masyrakat yang memiliki latar belakang beragam kemudian menyatu untuk membentuk budaya baru dengan atau tidak menanggalkan budaya masing-masing.

Adapun ciri masyakat multi culture dalam kajian pendidikan kewarganegaraan adalah :
1. Primordial (Bersatu tetapi lebih memilih ikatan yang serupa dengan etniknya : Ikatan mahasiswa Lampung, Persatuan mahasiswa jawa, Himpunan mahasiswa Minang, dll)
2. Kepemimpinan Tradisional ( Lebih menghargai dan hormat pada pemimpin dari etniknya masing)
3. Sulit dalam bersepakat
4. Rawan Konflik
5. Dominasi Politik

Ciri diatas memang terhitung ciri yang ekstrim, karena tidak semua kondisi sosial multietnik. Akan tetapi dengan ciri yang ektrim ini sesungguhnya ada satu paradigma besar yang harus di fahami bangsa Indonesia yaitu "Paradigma keharusan adanya komunikasi antar budaya"
Dengan keberagaman yang ada di dalam diri bangsa Indonesia apabila suatu masyarakat atau sekelompok etnik tetap teguh membincangkan perbedaan maka kesadaran berbhineka tunggal ika akan luntur, harus difahami bahwasanya dari sabang sampai merauke dengan letak geografis berbeda, karakter berbeda dan budaya berbeda sesungguhnya Indonesia begitu kaya dan menjadi sorotan dunia dimana bangsa kita pernah merdeka atas dasar kesamaan. Pertanyaannya sekarang kenapa kita seolah-oleh menjadi bangsa yang berserikat, mengedepankan etnosentrisme, sibuk membicarakan perbedaan dan bukan malah bangga akan keberagaman ini???
Mungkin jawabannya adalah karena kita belum bisa membuat orang lain nyaman ketika berada didekat kita, dan kita nyaman berada didekat mereka.. secara perlahan saya kira paradigma positif akan pentingnya komunikasi antar budaya harus dibangun..

Bagaimana caranya???
Pertama, Kenali budaya, etnik, adat, agama dan berbagai aspek lain bangsa kita, selanjutnya cintai, hargai dan hormati keberagaman ini sampai akhirnya kita bisa mencintai sesama Warga Negara Republik Indonesia tanpa memandang perbedaan satu sama lain.
Perlu kita sadari bahwasanya Tanah Air Indonesia adalah tanah air kita semua, bangsa indonesia adalah saudara  kita semua dan ayo kita jaga kelestarian kebhinekaan.



Note : Dalam keberagaman tentu ada konsekuensi dari berbagai bidang mulai dari aspek sosial, politik & budaya akan tetapi semua ini mampu dijembatani dengan Pendidikan.
So, cerdaskan dirimu & bijaklah dalam bersikap.
Agung Ardiansyah
-SmilingSpirit-

Sabtu, 31 Mei 2014

CONTOH TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME

TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
Oleh  : Agung Ardiansyah


Dalam psikologi dan pendidikan, pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang menyatukan kognitif, emosional, lingkungan dan pengalaman untuk memperoleh, meningkatkan, atau membuat perubahan pengetahuan, membentuk keterampilan, nilai, dan mengubah sudut pandang seseorang. Belajar sebagai suatu proses berfokus pada apa yang terjadi ketika pembelajaan berlangsung. Dalam sebuah proes pembelajaran tentu kita mengenal teori belajar. Teori belajar adalah upaya untuk menggambarkan bagaimana seseorang dapat belajar, sehingga membantu kita memahami proses kompleks inheren pembelajaran. Adapun salah satu bentuk teori belajar adalah teori konstruktivisme.

Teori konstruktivisme adalah suatu teori belajar yang menekankan kepada siswa bahwa "para siswa sebagai pembelajar tidak boleh menerima begitu saja pengetahuan yang mereka dapatkan, tetapi mereka secara aktif harus membangun pengetahuan secara individual."  Teori ini berpandangan bahwa siswa yang berinteraksi dengan berbagai obyek dan peristiwa akan lebih mudah memperoleh dan memahami pola-pola terhadap obyek dan peristiwa tersebut. Dengan demikian siswa sesungguhnya mampu membangun konseptualitas dan pemecahan masalah mereka sendiri. Oleh karena itu kemandirian dan kemampuan berinisiatif dalam proses pembelajaran sangat didorong untuk dikembangkan. Para ahli konstruktivisme memandang bahwa belajar merupakan hasil dari konstruksi mental. Para siswa belajar dengan mencocokan informasi baru yang mereka peroleh bersama-sama dengan apa yang telah mereka ketahui. Siswa akan dapat belajar dengan baik jika mereka mampu mengaktifkan konstruk pemahaman mereka sendiri. 
Adapun ciri-ciri pembelajaran konstruktivisme adalah :
1.Menekankan pada proses belajar bukan mengajar.
2.Mendorong terjadi kemandirian dan inisiatif belajar pada siswa.
3.Memandang siswa sebagai pencipta kemauan dan tujuan yang ingin dicapai.
4. Berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses, bukan menekan pada hasil.
5.Mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan.
6. Menghargai peranan pengalaman kritis dalam belajar.
7. Menekankan konteks siswa dalam belajar.
8. Memperhatikan keyakinan dan sikap siswa dalam belajar.
9. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuan dan pemahaman baru yang didasarkan pada pengalaman nyata.
10. Mendorong berkembangnya rasa ingin tahu pada siswa.
11. Penilaian belajar lebih menekankan pada kinerja dan pemahaman siswa.
12. Berdasarkan proses belajarnya pada prinsip-prinsip teori kognitif.
13. Banyak menggunakan terminologi kognitif untuk menjelaskan proses pembelajaran, seperti prediksi, infersi, kreasi dan analisis.
14.Menekankan bagaimana siswa belajar.
15.Mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam dialog dan diskusi dengan siswa lain dan guru.
16.Sangat mendukung terjadinya belajar kooperatif.
17.Melibatkan siswa dalam situasi dunia nyata.

Dari ciri-ciri teori konstrutivisme diatas pada aplikasinya teori ini memiliki peranan yang baik di dalam kelas. Diantaranya teori ini mampu mendorong kemandirian dan inisiatif siswa dalam belajar, maksudnya adalah dengan menghargai gagasan-gagasan atau pemikiran siswa dalam berpikir mandiri berarti guru membantu siswa menemukan identitas intelektual mereka. Para siswa yang merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan kemudian menganalisis serta menjawabnya berati telah mengembangkan
tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri serta telah menjadi pemecah masalah (problem solver). Disisi lain dengan teori ini seorang guru mampu mengajukan pertanyaan terbuka  dan memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk merespon dan menjawabnya. Dengan aktivitas tersebut teori konstruktivisme akan lebih memudahkan seorang murid untuk menghubungkan dan merangkum konsep-konsep melalui analisis, prediksi, justifikasi dan mempertahakan gagasan-gagasan yang telah dijawabnya. 
Dari beberapa analisis diatas sebenarnya dapat disimpulkan bahwa teori konstruktivisme mampu mendorong kemampuan siswa untuk berpikir kritis serta terlibat secara aktif dalam dialog atau diskusi bersama guru dan siswa lainnya. Selain itu siswa mampu terlibat dalam pengalaman yang menantang dan mendorong terjadinya diskusi.


DAFTAR PUSTAKA :
1.    http://belajarpsikologi.com/macam-macam-teori-belajar/
2.    http://education-mantap.blogspot.com/2010/10/teori-konstruktivisme-dalam.html
3.    http://id.wikipedia.org/wiki/Konstruktivisme



Minggu, 04 Mei 2014

IMPLEMENTASI 4 PILAR PENDIDIKAN UNESCO MENJADI 5 PILAR PENDIDIKAN INDONESIA

IMPLEMENTASI 4 PILAR PENDIDIKAN UNESCO 
MENJADI 
5 PILAR PENDIDIKAN INDONESIA
Oleh: Agung Ardiansyah _ 1213032002

Menurut organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB (UNESCO) untuk menciptakan suatu Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan atau biasa dikenal dengan istilah PAKEM, ada 4Pilar yang menjadi acuan pendidikan.

1.      Learning to know (Belajar mengetahui)
2.      Learning to do (Belajar melakukan)
3.      Learning to be (Belajar untuk menjadi pribadi yang utuh)
4.      Learning to live together (Belajar hidup bersama)

Adapun makna dari ke-empatnya adalah :

1.      Learning to know (belajar untuk mengetahui)
Secara implisit Learning to know bermakna :

A.Belajar Sepanjang Masa (life long of education)
B. Belajar untuk mengetahui bagaimana caranya belajar (learning how to learn)

Belajar untuk mengetahui (learning to know) dalam prosesnya tidak sekedar mengetahui apa yang bermakna tetapi juga sekaligus mengetahui apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupan. Tenaga kependidikan (Guru, pelatih, instruktur, dll) harus menjadi inspirator dalam pengembangan, perencanaan, dan pembinaan pendidikan dan pembelajaran. Hal ini juga secara eksplisit di cantumkan dalam PP No 19 tahun 2005, yaitu Guru sebagai Agent Pembelajaran harus menjadi Fasilitator, Pemacu, Motivator, dan Inspirator bagi peserta didik. Di samping itu guru dituntut untuk dapat berperan ganda sebagai kawan berdialog bagi siswanya dalam rangka mengembangkan penguasaan pengetahuan siswa.


2.      Learning to Do (Belajar untuk melakukan)

Learning to do adalah belajar untuk berkarya. Setelah peserta didik itu belajar mengetahui, belajar untuk mencari hal-hal yang ingin diketahuinya, maka peserta didik tersebut diiringi dengan potensi yang dimilikinya, ia harus harus bisa menghasilkan suatu karya dari potensi yang dimilikinya. Belajar merupakan suatu proses untuk mengembangkan diri individu, khususnya belajar di sini yaitu dalam pendidikan formal (lingkungan sekolah).

Didalam sebuah pembelajaran ada prinsip aktivitas (kegiatan) yang harus dicapai, Diantaranya :
·         Hard Skills            : Keterampilan yang menuntut fisik
·         Soft Skills             : Keterampilan yang menuntut Intelektual

Proses belajar Learning to Do mengacu pada perubahan dalam ranah kognitif, peningkatan kompetensi serta, pemilihan  dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan, perasaan serta kemauan untuk berbuat atau merespon suatu stimulus. Pendidikan membekali manusia untuk tidak sekedar mengetahui, tetapi lebih jauh untuk terampil berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan.


3.      Learning to Be (Belajar untuk menjadi pribadi yang utuh)

Learning to Be adalah belajar untuk menjadi sesuatu atau berkembang menjadi pribadi yang seutuhnya. Dalam proses ini peserta didik diharapkan dapat belajar menjadi pribadi yang kreatif, berwawasan, memiliki pengetahuan yang utuh serta mampu menguasai ilmu yang di tempuhya selama proses pendidikan dilakasanakan. Pengusaaan pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari proses menjadi pribadi yang utuh (learning to be). Menjadi pribadi yang utuh dalam hal ini dapat diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri. Belajar berperilaku sesuai norma dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat, belajar menjadi pribadi yang berhasil sesungguhnya merupakan proses pencapaian aktualisasi diri. Selain itu, pendidikan dalam learning to be juga harus bermuara pada bagaimana peserta didik menjadi lebih manusaiwi dan menjadi manusia yang berperikemanusiaan.

4.      Learning to live Together (Belajar untuk hidup bersama)

Setelah memahami konsep menjadi pribadi yang utuh diharapkan peserta didik mampu mempelajari bagaimana caranya untuk dapat hidup baik bersama masyarakat dalam lingkungannya. Dalam prosesnya kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima perlu dikembangkan disekolah. Kebiasaan inilah yang nantinya akan menghasilkan tumbuhnya sikap saling memahami, mengerti dan toleransi antar ras, suku dan agama. Pendidikan di sekolah juga harus merangsang soft skill peserta didik sehingga kelak mereka mampu hidup dan bekerja sama dengan orang lain. Bahkan mereka akan peka terhadap suka duka orang lain.



Dari ke-empat pilar pendidikan yang disampaikan oleh UNESCO tersebut Indonesia sebagai negara Ketuhanan menambahkan satu pilar berupa Learning to believe and convince the almighty God (Belajar untuk Beriman dan Bertakwa kepada tuhan yang maha Esa). Dari pilar inilah Negara Indonesia akan mewujudkan cita-cita bangsanya yang termaktub dalam UUD 1945 Alinea ke-4 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan berdasarkan kepada ketuhanan yang maha Esa.


DAFTAR PUSTAKA:

1.      Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional

2.      http://atikatikaaziz.blogspot.com/2010/09/4-pilar-pendidikan-menurut-unesco.html

3.      http://patimahahmad.blogspot.com/2013/10/resume-4-pilar-pendidikan-menurut-unesco.html


 Setiap Harinya kita Belajar dari Apa yang
Kita Lihat, Dengar & Baca
Semoga Bermanfaat
Agung Ardiansyah
- SmilingSpirit -



























Selasa, 22 April 2014

Pengertian dan Aplikasi Pembelajaran Pengayaan

Pengertian dan Aplikasi Pembelajaran Pengayaan
Oleh Agung Ardiansyah _ 1213032002

Pembelajaran pengayaan adalah proses pembelajaran tambahan yang diberikan seorang guru kepada satu kelompok peserta didik yang telah melampaui standar minimal kelulusan agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya. Kegiatan pengayaan ini dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman dalam sebuah kajian materi pembelajaran di kelas. Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan, yaitu:
1. Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.
2. Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.
3. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/ penelitian ilmiah. Pemecahan masalah ditandai dengan:
a)    Identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan;
b)    Penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan;
c)    Penggunaan berbagai sumber;
d)    Pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan;
e)    Analisis data; dan
f)    Penyimpulan hasil investigasi.


Dalam proses pembelajaran pengayaan terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Faktor siswa
Guru harus memperhatikan karakteristik siswa baik yang berkenaan dengan faktor minat amupun dengan faktor psikologis lainnya juga perlu dipertimbangkan guru dalam memilih dan melaksanakan pembelajaran pengayaan.
2.    Fakor manfaat edukatif
Sesuai dengan tujuan utama pembelajaran pengayaan yaitu untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal maka kegiatan pengayaan ini harus memberikan manfaat bagi siswa.
3.    Faktor waktu
Kegiatan engayaan diberikan untuk mengembangkan potensi siswa dengan memanfaatkan kelebihan waktu sementara siswa lain masih melakukan kegiatan remidial. Seorang pendidik profesional harus mampu menyesuaikan jenis kegiatan pengayaan dengan kebutuhan siswa dan juga waktu yang tersedia.

Langkah tepenting dalam sebuah proses pembelajaran pengayaan adalah waktu pelaksanaan identifikasi kebutuhan dan kategorisasi tugas yang akan diberikan seorang guru kepada peserta didik. Pada hakikatnya proses pembelajaran pengayaan ini adalh pemberian bantuan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalm kecepatan maupun kualitas belajarnya. Oleh karenannya seorang pendidik profesional harus mampu memberikan bentuk pelaksanaan pembelajaran secara tepat, misalnya saja dengan belajar kelompok, belajar mandiri, pelajaran berbasis tema ataupun pemadatan kurikulum.


DAFTAR PUSTAKA:
1.http://fayzaaveiroo.blogspot.com/2013/11/remedial dan-pengayaan.html?showComment=1397208635499#c7800205730566495602
2.https://docs.google.com/document/edit?id=1Teb8wv8NHqlfq-QJml3Cq9NG2JgZzEJr2TJ0rNVRqHo&hl=in&authkey=CI_Di-wJ

Senin, 24 Maret 2014

BAGAIMANA MENEMUKAN KECERDASAN DALAM DIRI ANDA BERDASARKAN TEORI MULTIPLE INTELLIGENCE HOWARD GARDNER

 8 KECERDASAN MANUSIA
MULTIPLE INTELLIGENCE HOWARD GARDNER
Oleh : Agung Ardiansyah _ 1213032002

Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk dapat memaksimalkan potensi dalam dirinya baik secara rasional maupun emosional terhadap lingkungan disekitarnya. Secara implisit kecerdasan biasa dikenal dengan IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), & SQ (Spiritual Quotient). Setiap orang tentu memiliki kecerdasan yang berbeda sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut bisa jadi dipengaruhi faktor Biologis, Minat, Lingkungan, Kematangan ataupun Kebebasan yang dipilih masing-masing individu.

Howard Gardner seorang psikolog terkemuka dari Universitas Harvard, mengemukakan dalam teorinya bahwa kecerdasan tidak terpatri ditingkat tertentu dan terbatas saat seseorang lahir. “Setiap orang mengembangkan kecerdasan dengan beragam cara, yang dikenal dengan multiple intelligence”, katanya. Seperti, Mozart adalah pemusik jenius seorang composer sekaligus simmponis yang menjadi contoh pemilik kecerdasan musical. Sedangkan Einstein adalah salah satu ilmuan dunia yang memiliki kecerdasan logika dan matematika. Apakah Einstein lebih cerdas dibanding Mozart? Jika di tilik dari teori Multiple Inteligensia Einstein dan Mozart sama-sama cerdas namun berbeda bidang. Jadi sebenarnya kitapun memiliki kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan di berbagai bidang.
Untuk Lebih jelasnya inilah ke-8 (delapan) kecerdasan yang dimiliki oleh manusia berdasarkan teori Multiple Intelligence  :



1.    KECERDASAN LINGUISTIK
Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan.

Ciri-ciri kecerdasan Linguistik:
A. Anda senang bermain dengan kata-kata. Anda menikmati puisi. Anda suka mendengarkan cerita.
B. Anda membaca apa saja; buku, majalah, surat kabar dan bahkan label produk.
C. Anda merasa mudah dan percaya diri mengekspresikan diri anda baik secara lisan maupun tulisan. Contohnya, anda pintar dalam berkomunikasi dan pintar dalam menceritakan atau menulis mengenai sesuatu hal.
D. Anda suka membumbui percakapan anda dengan hal-hal menarik yang baru saja anda baca atau dengar.
E. Anda suka mengerjakan teka-teki silang,bermain scrable atau bermain puzzle. Anda dapat mengeja dengan sangat baik.
Profesi: pustakawan, editor, penerjemah, jurnalis, tenaga bantuan hukum, pengacara, sekretaris, guru bahasa, orator, pembawa acara di radio / TV, dan sebagainya.


2.    KECERDASAN LOGIK MATEMATIK
Kecerdasan logik matematik ialah kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun solusi (jalan keluar) dengan urutan yang logis (masuk akal).

Ciri-ciri kecerdasana logik matematik :
A.    Anda senang bekerja dengan angka dan dapat melakukan perhitungan mental (mencongak).
B.    Anda tertarik dengan kemajuan teknologi dan gemar melakukan percobaan untuk melihat cara kerja sesuatu hal.
C.    Anda merasa mudah melakukan perencanaan keuangan. Anda menetapkan target dalam bentuk angka dalam bisnis dan hidup anda.
D.    Anda senang menyiapkan jadwal perjalanan secara terperinci. Anda sering menyiapkan, memberi nomor dan menetapkan suatu daftar kerja (to-do-list).
E.    Anda senang dengan permainan, puzzle atau sesuatu yang membutuhkan kemampuan berpikir logis dan statistis seperti permainan cheker atau catur.
Profesi: auditor, akuntan, ilmuwan, ahli statistik, analisis / programer komputer, ahli ekonomi, teknisi, guru IPA / Fisika, dan sebagainya.


3.    KECERDASAN VISUAL DAN SPASIAL
Kecerdasan visual dan spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat).

Ciri-ciri kecerdasan visual dan spasial :
A.    Anda menyukai seni, menikmati lukisan dan patung. Anda memilki citra rasa yang baik akan warna.
B.    Anda cenderung menyukai pencatatan secara visual dengan menggunakan kamera atau handycam.
C.    Anda bisa menulis dengan cepat saat anda mencatat atau berpikir mengenai sesuatu. Anda dapat menggambar dengan cukup baik.
D.    Anda merasa mudah membaca peta atau melakukan navigasi, anda memilki kemampuan mengerti arah yang baik.
E.    Anda menikmati permainan seperti puzzle.
Profesi: insinyur, surveyor, arsitek, perencana kota, seniman grafis, desainer interior, fotografer, guru kesenian, pilot, pematung, dan sebagainya


4.    KECERDASAN MUSIK
Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dan timbre dari musik yang didengar.

Ciri-ciri kecerdasan musik :
A.    Anda dapat memainkan alat musik.
B.     Anda dapat menyanyi sesuai dengan tinggi rendahnya kunci nada.
C.    Anda biasanya dapat mengingat sebuah irama hanya dengan mendengarkan beberapa kali saja.
D.    Anda sering mendengarkan musik. Anda bahkan kadang kala menghadiri konser musik. Anda suka -bahkan butuh- mendengarkan lagu sambil anda bekerja.
E.    Anda mengikuti irama musik dengan baik dan tanpa sadar mengetuk-ngetukkan jari anda mengikuti irama lagu itu.
Profesi: DJ, musikus, pembuat instrumen, tukang stem piano, ahli terapi musik, penulis lagu, insinyur studio musik, dirigen orkestra, penyanyi, guru musik, penulis lirik lagu, dan sebagainya.


5.    KECERDASAN INTERPERSONAL
Kecerdasan interpersonal ialah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain.

Ciri-ciri kecerdasan interpersonal :
A.    Anda senang bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok atau komite.
B.    Anda lebih suka belajar kelompok dari pada belajar sendiri.
C.    Orang sering kali datang kepada anda untuk meminta nasihat. 4. anda adalah orang penuh simpati.
D.    Anda lebih suka team sport seperti basket, soffball, sepak bola dari pada individual seperti renang dan lari.
Profesi: administrator, manager, kepala sekolah, pekerja bagian personalia / humas, penengah, ahli sosiologi, ahli antropologi, ahli psikologi, tenaga penjualan, direktur sosial, CEO, dan sebagainya.


6.    KECERDASAN INTRAPERSONAL
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Dapat memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri.

Ciri-ciri kecerdasan intrapersonal :
A.    Anda memiliki buku harian untuk mencatat pikiran anda yang sangat dalam dan pribadi.
B.    Anda serimg menyendiri untuk memikirkan dan memecahkan masalah itu sendiri.
C.    Anda menetapkan tujuan anda.
D.    Anda adalah seorang pemikir independen (mandiri). Anda tahu pikiran anda dan anda memutuskan sendiri keputusan anda.
E.    Anda mempunyai hobi atau kesenangan yang bersifat pribadi yang tidak banyak anda bagikan atau ungkapkan kepada orang lain.
Profesi: ahli psikologi, ulama, ahli terapi, konselor, ahli teknologi, perencana program, pengusaha, dan sebagainya


7.    KECERDASAN KINESTETIK
Kecerdasan kinestetik ialah kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara terampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran dan perasaan.

Ciri-ciri kecerdasan kinestetik :
A.    Anda gemar berolahraga atau melakukan kegiatan fisik.
B.    Anda cakap dalam melakukan sesuatu seorang diri.
C.    Anda senang memikirkan persoalan sambil aktif dalam kegiatan fisik seperti berjalan atau lari.
D.    Anda tidak keberatan jika diminta untuk menari.
E.    Setiap kali anda pergi ke pusat hiburan atau permainan, anda senang dengan permainan yang sangat menantang dan “mengerikan” secara fisik seperti jet coaster.
Profesi: ahli terapi fisik, ahli bedah, penari, aktor, model, ahli mekanik / montir, tukang bangunan, pengrajin, penjahit, penata tari, atlet profesional, dan sebagainya.


8.    KECERDASAN NATURALIS
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang di jumpai di alam maupun lingkungan.

Ciri-ciri kecerdasan naturalis :
A.    Anda senang memelihara atau menyukai hewan.
B.    Anda dapat mengenali dan membedakan nama berbagai jenis pohon, bunga dan tanaman.
C.    Anda tertarik dan memilki pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana tubuh bekerja -di mana letak organ tubuh yang penting- dan anda mengerti akan kesehatan.
D.    Anda tahu jalur atau jalan setapak, sarang burung dan hewan liar lainnya saat anda berjalan di alam dan anda bisa “membaca” cuaca.
E.    Anda dapat membayangkan diri anda sebagai seorang petani atau mungkin anda suka memancing.
Profesi: dokter hewan, ahli botani, ahli biologi, pendaki gunung, pengurus organisasi lingkungan hidup, kolektor fauna / flora, penjaga museum zoologi / botani dan kebun binatang, dan sebagainya.

Demikianlah delapan kecerdasan berdasarkan teori Multiple Intelligence semoga dapat membantu kita semua dalam memaksimalkan potensi kecerdasan baik IQ, EQ, maupun SQ, sesuai dengan potensi yang kita miliki masing-masing.




DAFTAR PUSTAKA
1.    http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan
2.    http://psycholozy.blogspot.com/2012/11/8-kecerdasan-manusia-multiple.html
3.    http://www.psychologymania.com/2011/07/jenis-jenis-intelegensi-menurut-howard.html
4.    http://aswan67.blogspot.com/2013/02/kecerdasan-menurut-profesor-howard.html
AGUNG ARDIANSYAH
- SmilingSpirit -

Minggu, 23 Maret 2014

TEKNIK MENDIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR

TEKNIK MENDIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR
Oleh : Agung Ardiansyah _ 1213032002

Kesulitan belajar adalah hal yang tak urung di temui dan mengganggu seorang siswa ketika melaksanakan pembelajaran baik di dalam maupun luar sekolah. Oleh karenanya seorang pendidik profesional haruslah mampu mendiagnosis kesulitan belajar tersebut untuk dapat membantu siswa shingga lahirlah generasi muda yang produktif.

 Diagnosis merupakan istilah yang diadopsi dari bidang medis. Menurut Thorndike dan Hagen (Abin S.M., 2002 : 307), diagnosis dapat diartikan sebagai :
A.Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness, disease) apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang seksama mengenai gejala-gejalanya (symtoms).
B.Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial.
C.Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang saksama atas gejala-gejala atau fakta-fakta tentang suatu hal.

Dari ketiga pengertian diatas dapat di implisitkan bahwa diagnosis bukanlah sekedar mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya, serta latar belakang dari suatu kelemahan atau mencari tau gejala & masalah yang menghambat siswa saja melainkan juga merupakan suatu upaya untuk meramalkankemungkinan dan menyarankan tindakan pemecahnya. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut maka Pendidik Profesional haruslah faham Teknik dalam mendiagnosisnya.

Berikut 4 (empat) teknik mendiagnosis kesulitan belajar :
1.    Tes Prasyarat
Tes prasyarat adalah tes yang digunakan untuk mengetahui apakah prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penguasaan kompetensi tertentu terpenuhi atau belum. Prasyarat ini meliputi prasyarat pengetahuan dan prasyarat keterampilan.
Contoh tes prasyarat diagnosis kesulitan belajar :
Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat.

2.    TES DIAGNOSTIK
Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam menguasai kompetensi tertentu. Misalnya dalam mempelajari operasi bilangan, apakah peserta didik mengalami kesulitan pada kompetensi penambahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian.
Contoh Tes diagnostik diagnosis kesulitan belajar :
Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi latihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan.

3.    WAWANCARA
Wawancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai kesulitan belajar yang dijumpai peserta didik.
Contoh wawancara diagnosis kesulitan belajar :
Seorang pendidik yang melakukan pendekatan langsung kepada peserta didik, memposisikan diri sebagai sahabat yang siap emndengarkan dan memberi solusi terhadap masalah yang sedang peserat didik hadapi.

4.    OBSERVASI
Pengamatan (observasi) dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun penyebab kesulitan belajar peserta didik.
Contoh observasi diagnosis kesulitan belajar :
Seorang peserta didik yang mengalami gangguan pengelihatan tentu informasi yang di terima akan berbeda dengan peserta didik lain yang dapat melihat normal. Seorang pendidik dalam tahap observasi ini dapat menyarankan kepada siswa untuk memaksimalkan pembelajaran di kelas dengan bantuan kacamata.

Demikianlah beberapa teknik mendiagnosis kesulitan belajar siswa, semoga dapat membantu para pendidik profesional dalam melaksanakan pembelajaran disekolah. Dapat disimpulkan bahwa Teknik mendiagnosis kesulitan belajar ini menjadi penting untuk dapat melahirkan sumber daya manusia yang aktif, produktif serta memiliki kemampuan di atas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) pendidikan nasional.

DAFTAR PUSTAKA
1.http://ebekunt.wordpress.com/2009/04/12/diagnosis-kesulitan-belajar/
2.https://docs.google.com/document/edit?id=1T1WzrL6xIhxwoY8GyikAwP9XQfHceixOG-g4Ytvu4&hl=in&authkey=CIWkyPMO&pli=1
3.http://endahsulistyowati.wordpress.com/category/kurikulum-2/penilaian-kurikulum/  
Download
Silahkan copy dan bagikan file ini..
Tapi ingat!!!
Seorang penulis bijak selalu mencantumkan sumbernya melalui Daftar Pustaka..
Semoga Bermanfaat 
AGUNG ARDIANSYAH 
- SmilingSpirit -





Selasa, 18 Maret 2014

CARA MUDAH MENYUSUN STRATEGI PEMBELAJARAN

STRATEGi PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN
Oleh : Agung Ardiansyah _1213032002 (GENAP)


Strategi pembelajaran Merupakan serangakaian kegiatan pembelajaran berupa model, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran yang diberikan oleh seorang Guru untuk dapat menciptakan proses belajar mengajar yang inspiratif, menarik serta mudah di fahami oleh peserta didik.
(Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya,bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Untuk Dapat menyajikan strategi pembelajaran yang baik, berikut akan saya sampaikan pengertian, langkah dan wujud dari Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran yang baik.

A.    Model Pembelajaran
Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh seorang guru. Dengan kata lain model pembelajaran merupakan bingkai serta wadah dari suatu pendekatan, metode dan teknik pembelajaran. Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Dari berbagai sumber sebenarnya terdapat banyak model pembelajaran yang dapat kita temukan. Akan tetapi mencermati situasi tersebut sebenarnya seorang pendidik profesional dapat secara kreatif mencoba dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing. Sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, tentunya dengan demikian akan memperkaya khazanah model pembelajaran yang tealah ada.


B.    Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran adalah upaya seorang guru untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini berkaitan dengan strategi yang di gunakan oleh guru kepada siswanya. Dalam sebuah pembelajaran yang baik guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Dalam peranannya sebagai pembimbing, guru berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif. 


C.    Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya proses
belajar mengajar (Sudjana, 2005:76).
Untuk dapat memberikan metode pembelajaran yang terbaik seorang guru profesional terlebih dahulu harus pandai menetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi yang khusus dihadapinya. Menurut Winarno Surakhmad dalam Djamarah (2002:89) pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor, Yaitu : (1) Anak didik, (2) Tujuan, (3) Situasi, (4) fasilitas, dan (5) Guru.
Perlu diketahui ada banyak metode pembelajaran, dan akan lebih baik jika seorang guru profesional menggunakan berbagai jenis metode pembelajaran secara bergantian.
Menurut Djamarah (2002:93-110) macam-macam metode pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.    Metode Proyek
2.    Metode Eksperimen
3.    Metode Tugas atau Resitasi
4.    Metode diskusi
5.    Metode siodrama
6.    Metode Demonstrasi
7.    Metode Problem Solving
8.    Metode Karya Wisata
9.    Metode Tanya Jawab
10.    Metode Latihan
11.    Metode Ceramah


D.    Teknik Pembelajaran
Teknik pembelajaran adalah implementasi dari suatu metode pembelajaran  yang dilakukan oleh seorang guru dengan cara yang tepat untuk dapat dengan mudah di fahami oleh peserta didik.
Menurut Gerlach dan Ely (Hamzah B Uno, 2009: 2) teknik adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kearah tujuan yang ingin dicapai.
Contoh sederhana dari teknik pembelajaran misalnya adalah penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa model, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran adalah satu-kesatuan sistem yang mendukung terwujudnya strategi Pembelajaran yang baik dalam proses belajar mengajar kepada peserta didik di sekolah. Oleh karenanya seorang pendidik professional haruslah dapat fleksibel dalam menentukan strategi sebelum melaksanakan proses pembelajaran dikelas.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/195404021980112001-IHAT_HATIMAH/Pengertian_Pendekatan,_strategi,_metode,_teknik,_taktik_dan.pdf
2. http://forum.kompas.com/sekolah-pendidikan/315349-pengertian-pendekatan-dalam-pembelajaran.html
3. Sudjana, Nana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif-Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung:Sinar Baru.
4. http://20316702.siap-sekolah.com/2013/11/18/pengertian-metode-pembelajaran-macam-macam-syarat-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-metode-pembelajaran/#.UyhDaEqXLEc

download
Silahkan Download, Copy dan Bagikan File Ini
Tapi Tetap cantumkan Sumbernya :) 
Semoga Bermanfaat 
-SmilingSpirit-








APA ITU KONSEP PEMBELAJARAN REMEDIAL

KONSEP PEMBELAJARAN REMEDIAL
Oleh : Agung Ardiansyah _1213032002

Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Dalam sebuah pembelajaran di kelas tentu seorang guru profesional harus memahami langkah, fungsi, dan tujuan pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial merupakan sebuah bentuk evaluasi dari sebuah proses pembelajaran  terhadap sebuah indikator dalam Standar Kompetensi (SK) dan  kompetensi Dasar (KD) sebuah kurikulum pendidikan.

Menurut Nafsiah Ibrahim dan Partino dalam bukunya Pengantar Diagnostik Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial, pembelajaran remedial perlu diadakan bila telah diketahui terlebih dahulu apa dan bagaimana kesulitan belajar yang dialami peserta didik, pengajaran remedial merupakan bentuk khusus pengajaran yang meliputi cara mengajar, cara belajar, materi pelajaran, metode mengajar, fasilitas dan lingkungan yang ikut mempengaruhi proses belajar tersebut.

Dalam menangani dan memecahkan kasus kesulitan belajar secara operasional, M. Entang dalam bukunya Diagnosa Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial, ada 6 (enam) langkah yang harus dilakukan :
1.Identifikasi murid yang diduga mengalami kesulitan belajar.
2. Lokalisasi jenis dan sifat kesulitan yang dihadapi.
3. Lokalisasi jenis factor, sifat kesulitan, dan serta factor yang menyebabkanya.
4. Perkiraan kemungkinan bantuan.
5. Kemungkinan cara-cara mengatasinya.
6. Follow Up atau tindak lanjut.

Apabila kita amati adanya identifikasi dan lokalisasi sampai follow up dalam pelaksanaan pembelajaran remedial tersebut adalah sebuah proses panjang yang harus dikuasai seorang pendidik professional dalam memahami gaya belajar dan kesulitan belajar yang berbeda dari para peserta didik. 


Menurut DePorter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality).
1.   VISUAL (Visual Learners)
Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagi orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu :
1.    Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar
2.    Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
3.    Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
4.    Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain.
5.    Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
6.    Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
7.    Lebih suka peragaan dari pada penjelasan lisan
8.    Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu
 2.     AUDITORI (Auditory Learners )
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.
Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :
1.    Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas
2.    Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio
3.    Cenderung banyak omong
4.    Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
5.    Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis
6.    Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
7.    Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya  anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll
 3.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners)
Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya  ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu :
1.    Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar
2.    Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak
3.    Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar
4.    Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
5.    Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing
6.    Menyukai praktek/ percobaan
7.    Menyukai permainan dan aktivitas fisik

Demikianlah bentuk konsep, langkah dan strategi dalam pelaksanaan pembelajaran remedial di sekolah. Semoga dapat menambah kajian keilmuan bagi para pendidik professional dalam dunia pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA
1.    Depdiknas. 2008. Sistem Penilaian KTSP: Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Remedial
2.    http://www.referensimakalah.com/2012/09/pengertian-pembelajaran-remedial.html
3.    http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/08/13/pembelajaran-remedial-dalam-ktsp/
4.    http://belajarpsikologi.com/macam-macam-gaya-belajar/
5.    M. Entang, Diagnosa Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial (Jakarta : Remaja Rosdakarya, 1981).

Note : Silahkan Copy, Share atau jadikan referensi dalam penulisan karya Ilmiah anda.
Tapi,  jangan lupa cantumkan Sumber Referensi tulisan anda :)
-SmilingSpirit-

Kamis, 16 Januari 2014

BAGAIMANA KONSEP KAMPUS MADANI


 MEMBANGUN KONSEP KAMPUS MADANI


Saya sangat percaya bahwa perubahan akan banyak dipengaruhi dari kampus. Peran besar kampus tuk pembangunan. Dalam konsep quadrohelix yang diangkat oleh etzkowits. Kampus adalah inti dari dinamo sektor pemerintah swasta dan masyarakat. Sehingga perhatian terhadap suasana kampus yang progresif dan adaptif terhadap perubahan bangsa sangat diperlukan.

Kampus adalah miniatur dunia nyata. Meski kampus itu sangat ideal tanpa intervensi eksternal yang berlebihan. Tapi bisa jadi latihan. Sehingga aktivis mahasiswa melalui lembaga kemahasiswaannya dituntut untuk mampu merekayasa suasana kampus agar “hidup”. Dalam konsep pembangunan peradaban yang diangkat oleh revolusioner hasan al banna. Ada lima tahapan perbaikan peradaban.

Perbaikan individu-keluarga-masyarakat-negara-peradaban. Konsep ini sudah terbukti berhasi di turki oleh AK partii. Kampus berperan dimana? Berperan dalam perbaikan individu dan masyarakat. Individunya mahasiswa dan masyarakat civitasnya. Individu yang baik akan melahirkan keluarga yang baik. Masyarakat yang baik akan jadi unsur perbaikan negara yang produktif.
Sehingga pada akhirnya kampus berperan dalam perbaikan empat tahap. Dan akan menunjang pembangunan peradaban. Kita berharap, kampus bisa melahirkan alumnus yang kompeten dan religius. Menjadi unsur positif perbaikan negara. Para alumnus ini nantinya akan menjadi birokrat, pengusaha, sociopreneur, politisi, dll. Mereka unsur perbaikan negara.

Bagaimana caranya? Diperlukan berbagai upaya utk merekayasa suasana kampus. Mahasiswa yang peka keadaan bangsa. Mahasiswa perlu disadarkan bahwa ia dikampus tidak hanya untuk kuliah (hardskill). Tapi juga softskill dan lifeskill. Softskill itu kapasitas bersosial dan bermasyarakat. Lifeskill itu idealisme. Perbaikan individu dilakukan dengan proses kaderisasi yang bertahap dan berkelanjutan. Secara individu dan aktif.

Kaderisasi tidak akan efektif jika hanya seadanya, pasif, dan tidak intens. Ingat kaderisasi itu bukan diklat dan seminar. Kaderisasi yang baik meliputi empat tahap yakni, pengenalan, pembentukan, pengorganisasian, dan eksekusi. Kaderisasi yang baik mengubah objek kaderisasi menjadi subjek kaderisasi. Ia mampu mentransfer nilai&ilmu. Kepada generasi slnjtnya

Kaderisasi dimulai dari membuat profil atau karakter yang diharapkan. Itulah output. Prinsip : mulai dari akhir. Berakhir di awal. Setelah buat profil kembangkan metode yang tepat. Susun materi yang sesuai. Lalu susun kurikulum kaderisasi. Bentuk kaderisasi dan pembinaan individu yang saya nilai efektif adalah mentoring. Sifatnya personal dan coaching.

Lalu utk perbaikan masyarakat, buatlah sebuah indikator keberhasilan yang tepat. Apa sih suasana kampus yang kamu harapkan? Sistem kemahasiswaan yang penuh kontribusi kebangsaan. Kepanitiaan yang produktif. Suasana yang saling mengingatkan dalan kebaikan. Kita berharap mahasiswa di kampus lebih mencintai bangsa dan negara ketimbang dirinya sendiri.

Kita berharap mahasiswa tidak individualis dan berpikir masa depannya saja. Tapi bisa menempatkan diri sebagai unsur perbaikan bangsa. Kita berharap mahasiswa tidak mendewakan IPK. Tapi berlomba dalam memberi kontribusi perbaikan  Negara. Kecil tapi bermanfaat. Kita berjuang agar diskursus diantara mahasiswa bukan tentang kesenangan dunia saja. Tapi banyak bobot tentag tantangan & perbaikan negara.

Kita berjuang melalui berbagai kegiatan agar mahasiswa bisa menyalurkan potensinya untuk berkontribusi terhadap pembangunan. Melalui unit mahasiswa kita salurkan potensi minat dan bakat utk membuat negeri ini tersenyum. Melalui himpunan mahasiswa kita kembangkan kompetensi akademik dan keprofesian sebagai embrio solusi tantangan bangsa.

Melalui badan eksekutif kita sinergikan semua potensi tsb dalam satu visi besar tentang bangsa dan negara. Kita menempatkan diri bukan sebagai beban negara. Tapi sebagai unsur strategis perbaikan negara. Produktif. Kita menempatkan organisasi kemahasiwaan sebagai pendobrak kebuntuan pembangunan. Dan bekunya moral pemimpin negeri.  Kita berjuang agar setiap hari wisuda, kita telah mewisuda para negarawanmuda yang akan membangun negeri.

Kita berjuang dan berlatih sebagai pemimpin di kampus sebagai bekal memimpin negeri. Ini bukan tentang ambisi pribadi. Tapi tentang ambisi besar negeri ini yang rindu menjadi negeri yang disegani di dunia. Ini bukan tentang haus kekuasaan tapi tentang haus akan perbaikan dan keinginan berkontribusi untuk negeri. Perjuangan sebagai mahasiswa memang cukup kompleks. Mendorong sesama mahasiswa,meyakinkan.mereka tuk bergerak.

Bisa jadi bagian yang menantang dikampus adalah meyakinkan sesama mahasiswa untuk bergerak. Memakan energi. Banyak konflik. Tapi itulah romantisme sebagai mahasiswa. Jadi aktivis itu berat. Tapi itulah sisi perjuangannya. Mewakafkan diri untuk negara. Bayangkan sebuah suasana kampus yang setiap harinya di isi oleh kompetensi positif tentang kompetensi dan kontribusi.

Taman Kampus yang sore hari di isi oleh diskusi, dialektika. Dan mimbar bebas untuk menyuarakan kegelisahan rakyat. Papan publikasi kampus yang berisikan prestasi mahasiswa. Kegiatan sosial, Pengembangan kewirausahaan dll. Diskusi mahasiswa membicarakan isu terbaru dalam negeri. Tidak sekedar mengutuk negeri, tapi berbagi tentang solusi perbaikan

Kita berjuang agar mahasiswa bisa saling mengapresasi. Berlomba dalam membangun negeri. Berpikir tentang negara bukan diri. Kita berjuang agar mahasiswa yang lulus berpikir saya akan membuka lapangan kerja dimana. Bukan saya mau kerja dimana. Kita bermimpi tentang indonesia yang lebih baik. Indonesia yang beradab. Sejahtera dan adidaya. Dimulai dari kampus yang produktif.  Dari kampus madani menuju indonesia yang berdaya saing.
Sekian Semoga Bermanfaat  :)
AGUNG ARDIANSYAH
-SmilingSpirit-

Jumat, 27 Desember 2013

KEKAYAAN SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA

Sumber Daya Alam INDONESIA
Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:
  • Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
  • Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.
  • Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.

Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.
Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.



Sumber Daya Alam dan Pertumbuhan Ekonomi
Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut Dutch disease. Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Di samping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya. Korupsi, perang saudara, lemahnya pemerintahan dan demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian negara-negara terebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan sistem pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri lain, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan sumber daya alam. Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara adalah Norwegia dan Botswana.

Pemanfaatan sumber daya alam
Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk memudahkan pengkajiannya, pemanfaatan SDA dibagi berdasarkan sifatnya, yaitu SDA hayati dan nonhayati.

Sumber daya alam hayati
adalah sumber daya alam yang hidup
 Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan. Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya:
  • Bahan makanan: padi, jagung,gandum,tebu
  • Bahan bangungan: kayu jati, kayu mahoni
  • Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit
  • Obat: jahe, daun binahong, kina, mahkota dewa
  • Pupuk kompos.
  Pertanian dan perkebunan
Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Data statistik pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu, Indonesia juga dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet (bahan baku ban), kelapa sawit (bahan baku minyak goreng), tembakau (bahan baku obat dan rokok), kapas (bahan baku tekstil), kopi (bahan minuman), dan tebu (bahan baku gula pasir).

 Hewan, peternakan, dan perikanan
Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia, seperti kerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi. Untuk menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian secara in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain. Untuk memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan, dan juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.


Sumber daya alam nonhayati
Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: air, angin, sinar matahari, dan hasil tambang.
 Air 
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri didominasi oleh wilayah perairan. Dari total wilayah perairan yang ada, 97% merupakan air asin (wilayah laut, samudra, dll.) dan hanya 3% yang merupakan air tawar (wilayah sungai, danau, dll.). Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan akan air, baik itu untuk keperluan domestik dan energi, terus meningkat. Air juga digunakan untuk pengairan, bahan dasar industri minuman, penambangan, dan aset rekreasi. Di bidang energi, teknologi penggunaan air sebagai sumber listrik sebagai pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang karena selain terbaharukan, energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan hal ini akan mengurangi efek rumah kaca.
Gambar : Sumber daya alam, air.


 Angin
Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu bara, dan berbagai jenis bahan bakar hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh angin. Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran tinggi. Selain sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada, energi yang dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan bakar lain pada umumnya. Beberapa negara yang telah mengaplikasikan turbin angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.
Gambar : Sumber daya alam, angin

Tanah 
Tanah termasuk salah satu sumber daya alam nonhayati yang penting untuk menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber ma
kanan bagi berbagai jenis makhluk hidup. Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara langsung terkait dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah. Tanah tersusun atas beberapa komponen, seperti udara, air, mineral, dan senyawa organik. Pengelolaan sumber daya nonhayati ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi cemaran lingkungan yang ada sekarang ini.
Gambar : Sumber daya alam, tanah



Hasil tambang
Sumber daya alam hasil penambangan memiliki beragam fungsi bagi kehidupan manusia, seperti bahan dasar infrastruktur, kendaraan bermotor, sumber energi, maupun sebagai perhiasan. Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai ekonomi yang besar dan hal ini memicu eksploitasi sumber daya alam tersebut. Beberapa negara, seperti Indonesia dan Arab, memiliki pendapatan yang sangat besar dari sektor ini. Jumlahnya sangat terbatas, oleh karena itu penggunaannya harus dilakukan secara efisein.
 Beberapa contoh bahan tambang dan pemanfaatannya:
Minyak Bumi
  • Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;
  • Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;
  • Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;
  • Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;
  • LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;
  • Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;
  • Vaselin ialah salep untuk bahan obat;
  • Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan
  • Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)
Batu Bara
dimanfaatkan untuk bahan bakar industri dan rumah tangga.
Biji Besi
Untuk peralatan rumah tangga, pertanian dan lain-lain
Tembaga
merupakan jenis logam yang berwarna kekuning-kuningan, lunak dan mudah ditempa.
Bauksit
Sebagai bahan dasar pembuatan alumunium.
Emas dan Perak
untuk perhiasan
Marmer
Untuk bahan bangunan rumah atau gedung
Belerang
Untuk bahan obat penyakit kulit dan korek api
Yodium
Untuk obat dan peramu garam dapur beryodium
Nikel
Untuk bahan pelapis besi agar tidak mudah berkarat.
Gas Alam
Untuk bahan bakar kompor gas
Mangaan
Untuk pembuatan pembuatan besi baja
Grafit
Bermanfaat untuk membuat pensil, dan bahan pembuatan baterai

 Semoga Artikel Ini bermanfaat..
AGUNG ARDIANSYAH
- SmilingSpirit -